
Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapolda Sumut), Irjen Wisjnu Amat Sastro, sangat menyayangkan pemberitaan tentang kasus bentrok massa di PT Sorik Mas Mining (SMM) di Madina, yang cenderung selalu menyudutkan pihak kepolisian.
Menurutnya, dalam pemberitaan di media itu polisi selalu disudutkan tentang adanya penembakan membabibuta yang dilakukan aparat kepolisian tanpa yang bersumber dari warga, tanpa mencek langsung ke TKP, ataupun melihat kondisi korban yang katannya kena tembak tersebut. “Berita bahwa massa membakar PT SMM tidak pernah ada itu,” ungkap Wisjnu, malam ini, kepada Waspada Online.
Wisjnu juga menyebutkan bahwa pihaknya pasti akan menindak bagi anggotanya yang melakukan penembakan. Tetapi korban penembakan pada bentrok di Madina tersebut hanya mengalami luka lecet. Kondisi korban yang katanya tertembak sebenarnya hanya luka lecet . "Saya sudah lihat korban dan dia hanya luka lecet saja,” ungkap Kapolda Sumut.
Korban yang dimaksud Kapolda adalah Sholat (22), seorang ibu rumah tangga yang ikut berunjuk rasa di PT SMM.
Kapolda juga sangat menyayangkan wartawan yang hanya mebesar-besarkan berita pengepungan yang dilakukan pihaknya di Kantor LBH Medan beberapa waktu lalu, guna menangkap 2 orang warga tersangka pengrusakan PT SMM yang bersembunyi dikantor tersebut. “Apa diperbolehkan sebuah kantor pengacara menyembunyikan tersangka. Semestinya itu yang diangkat,” ungkap Wisjnu.
Wisjnu juga menyampaikan pesan agar media juga menyiarkan berita-berita yang seimbang sehingga upaya penegakan hukum yang dilakukan pihaknya menjadi lancar. “Mari sama-sama kita bangun penegakan hukum ini, supaya situasi di Sumut tetap kondusif ,” ungkap Wisjnu.
|